WHO menyetujui tes antigen cepat COVID-19 pertama

0

Pada 17 Desember 2025, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan langkah penting dalam upaya pengendalian COVID-19 global. Untuk pertama kalinya, WHO memberikan statusprakualifikasikedua alat tes antigen cepat untuk SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. Kedua produk tersebut adalah SD Biosensor STANDARD Q COVID-19 Ag Test dan ACON Biotech Flowflex SARS-CoV-2 Antigen Rapid Test (Self-Testing).

Sebelumnya, kedua pengujian tersebut telah melewati tahap penggunaan darurat melalui mekanisme WHO Emergency Use Listing (EUL). Pada September 2020, STANDARD Q dari SD Biosensor bahkan menjadi tes antigen cepat pertama di dunia yang masuk dalam daftar EUL WHO, memungkinkan penggunaannya secara luas di lebih dari 100 negara selama fase kritis pandemi.

EUL sendiri dirancang sebagai penilaian risiko-manfaat untuk mempercepat akses terhadap produk kesehatan penting dalam keadaan darurat kesehatan masyarakat. Dalam kondisi di mana data ilmiah masih terbatas, WHO menilai apakah manfaat suatu produk lebih besar dibandingkan risikonya, sebuah pendekatan pragmatis di tengah krisis global.

Mengapa prakualifikasi WHO penting

Berbeda dengan EUL yang bersifat sementara,prakualifikasiWHO memberikan jaminan kualitas jangka panjang. Status ini menegaskan bahwa produk telah memenuhi standar WHO terkait kualitas, keamanan, dan kinerja. Tes antigen ini sekarang memenuhi syarat untuk dibeli oleh lembaga-lembaga PBB, mitra kesehatan global, serta negara-negara di seluruh dunia.

Bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah, keputusan ini membuka peluang besar. Uji coba dapat diprioritaskan dalam skema pengadaan bersama untuk menekan harga, menjaga stabilitas pasokan, dan mengatasi hambatan akses akibat keterbatasan biaya, logistik, maupun regulasi. Ini menjadi langkah konkret menuju pemerataan alat diagnosis berkualitas.

Meskipun WHO telah mengumumkan berakhirnya fase darurat COVID-19 lebih dari dua setengah tahun lalu, virus ini masih terus beredar secara global. Data terbaru memang menunjukkan tren yang relatif stabil, tetapi kebutuhan akan alat diagnosis yang akurat dan terjangkau tetap mendesak, terutama di wilayah dengan akses laboratorium yang terbatas.

Tes antigen cepat menawarkan jawaban yang praktis. Hasilnya dapat diperoleh dalam 15–30 menit, biayanya lebih terjangkau, dan penggunaannya tidak bergantung pada laboratorium pusat. Tes ini dapat dilakukan di klinik, fasilitas komunitas, hingga layanan kesehatan keliling, menjadikannya pelengkap penting bagi tes molekuler seperti PCR, terutama di daerah dengan kapasitas laboratorium yang terbatas.

Hingga saat ini, tes antigen cepat masih memainkan peran krusial dalam mendeteksi dan mengendalikan wabah lokal, melindungi kelompok rentan dan tenaga kesehatan, serta menjaga kesiapsiagaan menghadapi pandemi pernapasan di masa depan. Sejalan dengan strategi diagnostik global WHO, penguatan akses terhadap tes berkualitas dan terdesentralisasi tetap menjadi bagian penting dari upaya mencapai cakupan kesehatan universal dan ketahanan kesehatan global.

Studi: COVID-19 Bisa Mengubah Otak, Bahkan Setelah Sembuh Studi: RSV pada Orang Dewasa Bisa Sama Parahnya dengan COVID-19 Studi Ini Mengungkap Hubungan Vaksin mRNA COVID-19 dan Miokarditis

Referensi

WHO memvalidasi dua uji deteksi antigen cepat pertama untuk COVID-19.Organisasi Kesehatan Dunia.Diakses Januari 2026.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default