
- Tidak sedang berada di perpustakaan atau tempat meditasi, namun orang ini memang memilih ponsel mereka selalu dalam mode senyap.
Sampai-sampai membuat Anda penasaran tentang bagaimana mereka hidup dalam kesunyian yang mungkin bagi Anda terasa menakutkan. Bagaimana mereka berinteraksi dan mengelola kehidupan sehari-hari mereka.
Dilaporkan oleh geediting pada Kamis (8/1), sebelum melangkah lebih jauh, terlebih dahulu ketahui tujuh keunggulan yang dimiliki seseorang yang selalu mengaktifkan mode bisu di ponselnya.
1. Memiliki Batasan yang Kuat
Mereka memahami batasan antara diri mereka dengan dunia luar. Mereka sadar bahwa ketersediaan yang terus-menerus bukanlah kebutuhan untuk dunia modern seperti saat ini.
Mengendalikan kapan dan bagaimana berinteraksi dengan membiarkan komunikasi masuk sama saja dengan menciptakan penghalang atau pelindung di sekitar ruang mental mereka.
Pembatasan yang kuat ini meluas, sampai ke ponsel mereka. Mereka sering menolak komitmen yang menguras energi atau meninggalkan percakapan yang berubah menjadi beracun hingga memeriksa pesan sesuai jadwal mereka sendiri, bukan jadwal orang lain.
Mereka melindungi energi pribadi seperti sumber daya terbatas.
2. Menghargai Fokus yang Mendalam
Mengaktifkan mode senyap di ponsel selalu sama dengan memahami sesuatu yang penting tentang perhatian, karena setiap notifikasi, getaran, dan suara dapat mengganggu konsentrasi mereka.
Jadi, mereka lebih memilih untuk memprioritaskan perhatian yang berkelanjutan daripada koneksi yang terus-menerus. Memilih kedalaman daripada luas dalam pekerjaan dan hubungan mereka.
Kemudian, ketika mereka hadir, kehadiran mereka sepenuhnya. Percakapan menjadi lebih dalam, karena mereka tidak lagi sibuk memikirkan teks yang masuk sambil mencoba mendengarkan Anda.
3. Memiliki Kesadaran Diri yang Tinggi
Perlu diketahui bahwa menjaga ponsel tetap dalam mode senyap membutuhkan pemahaman tentang kebutuhan dan pemicu diri sendiri. Maksudnya, mereka menyadari bagaimana rangsangan eksternal mampu memengaruhi suasana hati hingga produktivitas mereka.
Mereka melakukan identifikasi terhadap pola dalam perilaku mereka dan melakukan penyesuaian secara sadar. Tidak heran bila banyak dari mereka sangat sensitif dan memproses informasi sensorik lebih dalam daripada orang lain.
Suara yang tiba-tiba dapat terasa mengganggu atau membuat sistem saraf mereka kewalahan. Jadi, mereka menggunakan wawasan ini untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan mereka.
4. Menerapkan Kehidupan yang Disengaja
Mengaktifkan mode senyap pada ponsel secara terus-menerus adalah pilihan yang disengaja mengenai bagaimana perangkat tersebut sesuai dalam kehidupan mereka dan menggunakan teknologi sebagai alat, bukan sebagai tuan.
Perilaku ini juga menyebar ke area lain, seperti memilih barang dengan hati-hati, memilih aktivitas yang selaras dengan nilai pribadi, atau mengatur hari-hari berdasarkan hal-hal yang paling penting bagi mereka.
Mereka juga percaya bahwa setiap barang memiliki tujuan atau membawa kebahagiaan sejati. Ketidakhadiran suara notifikasi yang terus-menerus menciptakan ruang untuk hal-hal yang benar-benar penting.
Selain menonaktifkan dering, mereka juga mengelompokkan tugas-tugas serupa, menjadwalkan waktu khusus untuk memeriksa pesan dan email, serta menciptakan ritual dan rutinitas yang mendukung tujuan mereka daripada bereaksi terhadap tuntutan eksternal.
5. Memiliki Toleransi Rendah Terhadap Stimulasi yang Tidak Diperlukan
Kebisingan yang berlebihan membuat mereka lelah secara mental. Demikian pula dengan ruang yang ramai dan percakapan yang terus-menerus membuat energi mereka terkuras lebih cepat.
Oleh karena itu, mereka lebih menyukai lingkungan yang tenang di mana mereka dapat berpikir jernih, termasuk mengaktifkan mode senyap di ponsel mereka.
Bukan tidak sosial, mereka hanya benar-benar memahami bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas dalam pengalaman inderanya. Jadi, mereka lebih memilih rangsangan tersebut secara sengaja daripada membiarkannya datang secara acak.
6. Menunjukkan Lokus Kendali Internal yang Kuat
Menurut psikologi, terdapat dua jenis keyakinan kontrol, yaitu lokus eksternal yang berarti percaya bahwa hidup terjadi begitu saja dan lokus internal, yaitu percaya bahwa Anda sendirilah yang membentuk keadaan Anda saat ini.
Mengaktifkan mode senyap di ponsel adalah salah satu tanda dari individu yang mengutamakan kendali internal mereka. Jadi, mereka bertanggung jawab atas pengelolaan perhatian dan waktu serta tidak menyalahkan teknologi atas gangguan yang mereka alami.
Mereka justru menciptakan sistem yang sesuai dengan temperamen dan tujuan mereka. Hal ini terlihat dari tindakan mereka, alih-alih merasa menjadi korban atas gangguan yang terus-menerus, mereka mengambil tindakan dengan menonaktifkan dering pada ponsel mereka.
Mereka menyesuaikan pengaturan, berkomunikasi tentang batasan, dan merancang lingkungan mereka sendiri untuk mencapai kesuksesan.
7. Memprioritaskan Kehadiran daripada Kinerja
Menggunakan ponsel dalam mode bisu sering kali dianggap kurang peduli untuk terlihat sibuk atau penting. Mereka tidak membutuhkan validasi dari pesan yang terus-menerus untuk merasa dihargai, karena harga diri mereka berasal dari dalam, bukan dari luar.
Jadi, mereka lebih memilih koneksi yang nyata daripada interaksi dangkal. Mereka juga memahami bahwa kehadiran yang tulus semakin langka dan karena itu semakin berharga.
Tentu, perilaku ini memengaruhi hubungan mereka, pasangan merasa didengarkan, anak-anak merasa diperhatikan, dan teman-teman merasa benar-benar didukung.
Tahukah, ketiadaan gangguan dari teknologi akan menciptakan ruang untuk koneksi manusia yang autentik.***