Surabaya, IDN Times -Media karakter untuk bercerita bukan hanya dari dialog, gestur, dan ekspresi mereka, aspek visual lain seperti sinematografi juga berperan penting. Sama halnya dengan sinematografi di filmLegenda Gelap Malin Kundang(2025) yang terasa seperti bercerita.
Pagi itu, pada Selasa (9/12/2025), saya duduk di sebuah ruangan di kantor IDN Surabaya dengan perasaan tidak sabar menantikan percakapan seru di balik sinematografi filmLegenda Gelap Malin Kundang(2025). Melalui layarzoomberasio 16:9, terlihat Ical Tanjung, ICS, Direktur FotografiLegenda Gelap Malin Kundang(2025) yang siap menjawab setiap pertanyaan dari saya.
Melalui pembicaraan selama 40 menit, saya menemukan fakta-fakta menarik di balik pemilihan sinematografi dari film karya Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo tersebut. Mulai dari alasan pergerakan kamera yang selalu mengikuti karakter, posisi Alif (Rio Dewanto) sering kali berada di tengah, hingga minimnyapotong ke potongsaat para aktor berbicara.
Tidak hanya itu, Ical Tanjung jugatumpahteknis di balik adegan pertama Rio Dewanto di film ini, lho. Simak selengkapnya #COD (Cerita Orang Dalam) bersama Ical Tanjung, ICS,Kameraman UtamafilmLegenda Gelap Malin Kundang(2025) berikut ini.
1. Pemilihan gerakan kamera mengikuti karakter, agar mereka bisa bebas berekspresi
Setelah Ical Tanjung beberapa kali bekerja sama dengan Joko Anwar, mereka menemukan pemahaman yang sama, bahwa menentukan komposisi dan cara memproduksi di lapangan adalah faktor utama. Bagi mereka, film adalah perjalanan karakter.
"Mencoba karakter, pemain, aktor atau artis yang memainkan perannya itu, kita biarkan mereka sebebas-bebasnya untuk melakukan peran mereka di lokasi, dengan me-kompresi. Kita tidak bisa mengatakan tanpa, tapi kita meminimalkan gangguan teknis," kata Ical Tanjung yang sesekali menyetel kacamata ber-kerangkakehitamannya.
Dengan meminimalkan gangguan, para pemain diharapkan dapat lebih fokus mengembangkan karakter mereka. Hal ini terlihat dalam beberapa adegan film.Pengepungan di Bukit Duri(2025) danLegenda Gelap Malin Kundang(2025).
Artinya, oh lampu. Terlalu terlihat lampu ini, terus terlalu banyakgangguanyang ada di depan mata mereka. Jadi memang benar kita fokus. Oke, kita ikut sama karakter itu gitu. Itu yang sering saya lakukan," lanjut pemenang penghargaan Sutradara Sinematografi Terbaik di Festival Film Indonesia 2025.
2. Sudut pengambilan gambar untuk karakter Alfi selalu di-pusat, agar ia memiliki ruang yang luas
Apakah kamu sadar, saat menontonLegenda Gelap Malin Kundang, karakter Alif sering sekali ditempatkan di tengahkerangka, baik saat sedang sendirian atau bersama orang lain. Sementara karakter lain, seperti Nadine (Faradina Mufti) hingga Emir (Jordan Omar) cenderung berada di kanan atau kirikerangka, baik saat sedang sendirian atau bersama Alif.
Kenapa di tengah? Karena ya satutitik tengah. Bagaimanapun kita mengajak penonton, mari kita lihat karakter kita, kita masuk ke dalam karakternya, kita ikuti kisah hidupnya," kata Ical Tanjung yang pada hari itu memakai kemeja dan kaos berwarna hitam.
Pemilihan posisipusatdikerangkajuga untuk memberikan ruang bagi karakter. Maka dari itu, Ical Tanjung lebih sering menggunakan kamera yang sedikit agak lebar aliaslensa sudut lebardan mendekat ke pemain.
"Meskipun dia ada dipusat, kita selalu memberi ruang, karena bagi saya ruang juga penting. Ruang-ruang yang terlihat. Jadi, bagaimana jarak kamera dengan pemain tetap, ya jarak emosional itu, menurut saya. Jadi, kita tidak bisa terlalu jauh, kita juga dekat dengan mereka, kita ikut mereka," tambahnya.
3. Adegan yang tidak di-cut secara langsung, tidak akan memotong emosi karakter
Menurut pengalaman pribadi Ical Tanjung, teknikpotong ke potongberpotensi memutuskan emosi yang telah dialirkan oleh pemain. Maka dari itu, beberapa adegan diLegenda Gelap Malin Kundang(2025), misalnya saat Alif dan Nadine sedang berbicara, jarang menggunakanpotong ke potongtetapi kamera berpindah secara cepat dari satu karakter ke karakter lain.
"Bagaimana kita membuat dan merekamnya tanpa terputus emosinya. Itu yang terus kita pelajari. Biarkan. Jadi kadang pergerakan kameranya dari karakter satu ke karakter B itu diusahakan, bagaimana emosinya tetap terhubung," kata Ical Tanjung sesekali menggerakkan tangannya sesuai intonasinya.
Selain itu, lebih banyak menampilkanpotong ke potongjustru lebih sulit bagi tim kamera, karena mereka harus menyiapkan ruang yang lebih luas. Di sisi lain, karena emosi yang ditampilkan tidak terputus, maka pesan dan perasaan karakter akan lebih mudah disampaikan kepada penonton.
"Saya dan tim yang lain menciptakan suasana ruangnya, membuat ruang hidupnya, menciptakan karakter, dan menentukan pencahayaannya. Tapi setelah itu, biarkan mereka dengan leluasa memainkan karakternya, tanpa terputus emosi yang harus mereka bawakan," kata Ical Tanjung yang beberapa kali tertawa saat menjelaskan jawabannya.
4. Teknik di balik adegan Rio Dewanto mengemudikan mobil di awal film
Di adegan pertamaLegenda Gelap Malin Kundang(2025), karakter Alif diceritakan sedang mengemudi di tengah hujan deras. Yang menarik, kita sebagai penonton seolah menjadi mata Alif. Kamu penasaran nggak sih sama teknis dari adegan tersebut?
"Kita gunakanlayarproyektor. Kita meletakkan kamera di laptop Alif. Terus memang itu solusi, karena ruangan sempit. Jadi tetap Alif yang mengemudi, kamera di tubuhnya diusahakan se-ringkas"mungkin, sekecil mungkin, agar Rio tidak terganggu," jelas Sinematografer dari filmHukuman Kubur(2024) ini.
Ternyata sebelum syuting, tim VFX sudah menyiapkan tayangan sebuah mobil mendekat ke arah Alif di tengah hujan, yang disempurnakan lagi pada tahappengeditan. Sedangkan untuk efek hujan, dilakukan secara praktis atau manual di studio, lho. Lalu, mengapa saat tubuh Alif bergetar atau kemudi berbelok, penonton seakan-akan mengalami hal itu benar-benar?
Kita putuskan secara teknis kapan kita dekat dengan Alif, kapan kita jauh dari Alif, kapan kita diam seperti itu, ya? (Bersama)direktur"-nya, Rafki dan Hardjo, Kevin Rahardjo, sebenarnya kita sudah membuat simulasi sebelum kita syuting," kata Ical Tanjung yang semakin bersemangat.
Gerakan kamera juga mengikuti seberapa besar emosi yang Rio Dewanto sampaikan sebagai Alif. Ketika emosi Alif mulai muncul, kamera dibuat sedikit bergetar. Sedangkan ketika Alif bernapas, kamera diusahakan tetap diam. Yang menarik, khusus untuk adegan ini, Alif dibuat seperti terkekang, sehingga tidak banyak ruangan dikerangka-nya.
"Kita berikan ruang yang sempit. Dunia di kiri (dan) kanannya membatasi," lanjutnya menjelaskan teknis mengapa adegan itu bisa terasa sangat menegangkan bagi penonton.
5. Konsep warna Legenda Kelam Malin Kundang cenderung gelap dan dingin
Pencahayaanuntuk filmPengepungan di Bukit Duri(2025) cenderunghangatdengan palet warna merah untuk menegaskan kemarahan. SementaraLegenda Gelap Malin Kundang(2025) justru terlihatmendungdankerendengan warna dominan abu-abu hingga biru.
"Karakter Ali membutuhkan itu, dia bertanya tentang hal yang hitam atau putih. Terus bertanya karena dia juga tidak tahu siapa dirinya. Jadi sebenarnya dia hitam atau putih. Terus kita coba beri dingin juga, (karena) ada misteri," jawab Ical Tanjung sambil tertawa.
Meskipun adegan yang disajikan berada dalam konteks kehangatan keluarga, suasana di sekitar Alif tetap dingin. Hal ini karena karakter Alif sendiri masih abu-abu dan terlihat sulit menerima kehangatan tersebut.
Keluarga mencoba memberi kehangatan dengan kita beri lampu-lampuhangatdi dalam rumah, agar ada kehangatan, tapi atmosfernya tetap dingin. Bahkan ketika berpindah ke Alif sendiri, terkadang lebih dingin," kata Ical Tanjung yang membuat saya sering mengangguk setuju.
Menurut Ical Tanjung, ICS, bercerita kepada penonton tidak hanya melalui sudut pengambilan gambar, serta pergerakan dan teknis kamera saja. Baginya, psikologis warna daripencahayaanjuga bisa mendukung karakter.
Ulasan Film Legenda Kelam Malin Kundang, Cerita Masyarakat yang Berbeda Apakah Ada Scene Pasca Kredit di Film Legenda Kelam Malin Kundang? Joko Anwar Berjanji Memberikan Sentuhan Baru di Legenda Kelam Malin Kundang, Apa Saja?



